Langit Senja
Indah Wati
Dia memanggilnya Langit. Langit yang terlampau tinggi untuk dia gapai. Nyatanya Langit itu meski begitu dekat, terasa jauh untuk bisa dia dekap. Bukankah Senja juga milik sang Langit, lantas kenapa Senja dan Langit tak dapat saling memeluk? Kenapa mereka hanya berdampingan dan bertemu ketika malam mendekap seutuhnya?Senja menyadari, bahwa Langit terlampau mustahil untuk dia peluk. Dia hanya akan menjadi sahabat, yang menjadi penghias sang Langit. Menjadi penghibur kala Langit menjadi muram. Menjadi pelipur hati kala sang Langit meneteskan air matanya.